Kamis, 15 Agustus 2019
Tugas Kuliah
Berhubung ada tugas kuliah, jadi nulisnya di sini
https://www.kompasiana.com/masfuad/5d54896e0d82300e5e2978d3/bangga-berbahasa-indonesia
Barangkali ada yang mau berkomentar, berpendapat, atau mengkritik
Terima kasih
Minggu, 22 September 2013
Dakwah Tenaga Pendidik
Membaca artikel ustadz Mohammad Fauzil Adhim yang berjudul: "Jangan Remehkan Dakwah kepada Anak", membuat saya semakin tersadar bahwa sebagai seorang tenaga pendidik harus sangat berhati-hati dalam berhubungan dengan anak didik. Baik itu berkaitan dengan materi ajar, maupun tingkah laku dan ucapan.
Terkadang, kita tidak menyadari jika apa yang telah kita lakukan ternyata mengajarkan kepada anak didik sesuatu yang kurang baik. Misalnya saja saat kita memberikan ulangan harian kepada mereka. Kita seringkali memberikan soal yang jawabannya hanya satu dan harus sesuai dengan buku pegangan baku. Secara langsung atau pun tidak, hal ini memberikan peluang dan arahan kepada mereka untuk berbuat curang. Hal ini disebabkan para anak didik merasa malu dan tidak berharga jika mendapat nilai yang jelek. Selain itu, jika yang dituntut adalah satu jawaban, maka secara perlahan kreatifitas mereka sedang dikebiri.
Berbeda halnya jika soal ulangan harian berbentuk esai yang jawabannya terbuka. Artinya setiap anak didik diberikan kebebasan memberikan jawaban; hanya saja perlu dibatasi tulisan esainya pada materi ajar yang sedang diberikan. Selain mengajarkan mereka untuk lebih bebas berekspresi, hal ini juga menghindari tindak kecurangan berupa mencontek.
Beberapa orang (khususnya guru) merasa enggan jika menggunakan sistem ujian/ulangan berupa jawaban esai. Sebab tidak ada kunci jawabannya, dan harus membaca setiap tulisan anak didik secara seksama satu per satu (hal ini kadangkala selain membutuhkan waktu luang yang cukup, juga perlu sedikit lebih konsentrasi). Selain itu, sistem pendidikan yang ditetapkan dari atas (pemerintah), juga mengarahkan kepada sistem jawaban tunggal sesuai buku pegangan baku.
Jika kita merasa bahwa efek yang ditimbulkan adalah masa depan bangsa, tentu kita akan membuang semua kemalasan dan keengganan itu. Hanya saja bagaimana dengan sistem dari atas? Menurut saya, sebelum ada "sang refolusioner" yang memperbaiki sistem pendidikan ke arah yang lebih baik, kita bisa memulai dari diri sendiri lebih dulu. Kita bisa tetap mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah (baik itu KKM maupun lainnya), tapi tetap yang kita utamakan adalah pembentukan karakter anak didik. Bukankah tidak ada larangan bagi guru jika setiap ulangan harian menggunakan metode esai/karangan bebas?
Jangan lupa juga segala ucapan dan tingkah laku kita ikut mewarnai masa depan mereka. Sedikit banyaknya mereka akan meniru dan belajar dari segala tingkah laku dan ucapan yang keluar dari diri kita. Ada banyak kasus dimana siswa yang susah berubah menjadi lebih baik padahal sudah mendapat berbagai pembinaan. Dan tak jarang kita justru menyalahkan mereka. Mengatakan mereka tidak bisa dididik, tidak bisa dibina dan sebagainya. Ujung-ujungnya mereka dikembalikan ke orang tua (dikeluarkan dari sekolah).
Tentu kita harus ingat bahwa apa-apa yang kita lakukan pertanggungjawabannya bukan hanya sampai di dunia ini. Apa yang telah kita perbuat dan segala akibatnya akan dimintai pertanggungjawaban oleh ALLAH SWT.
Semoga tulisan singkat ini bisa menjadi salah satu ide dan pandangan dari sekian banyak ide untuk kemajuan bangsa. Kekeliruan dan segala kekurangan yang ada pada tulisan dan diri saya semata-mata karena kelemahan saya. Dan jika ada sisi baik dan benarnya, semata-mata atas bimbingan ALLAH SWT.
Semoga bermanfaat.
Jumat, 06 September 2013
PERUBAHAN MULAI DARI (SI)APA?
Suatu hari saat saya mendengarkan radio tiba-tiba salurannya diubah oleh anak saya tercinta. Saat itu acara yang sedang berlangsung adalah sebuah talk show mengenai rekruitment. Hal yang menarik sehingga saya memandang perlu untuk membuat tulisan ini adalah salah satu ungkapan pembicara yang bunyinya kurang lebih begini: " Salah satu definisi orang gila adalah: mengharapkan perubahan, dan dimulai oleh orang lain terlebih dahulu".
Sebagai seorang guru, ungkapan tersebut setidaknya telah membuat saya sadar. Saya tidak mungkin mengharapkan perubahan terhadap para siswa saya, jika saya tidak melakukan perubahan terlebih dahulu. Saya tentu harus mengevaluasi diri terlebih dahulu. Apakah itu mengenai cara mengajar, sikap dan tingkah laku, maupun dalam tuturkata.
Jika selama ini setiap saya mendengar keluhan beberapa teman guru mengenai siswa di salah satu kelas atau suatu sekolah, maka saya akan setuju dan memberi kesimpulan bahwa para siswa lah yang salah dan mereka perlu pembinaan. Tapi kenyataanya walau pun pembinaan sering dilakukan baik secara khusus maupun di sela-sela saat memberi materi pelajaran, perubahan yang terjadi sangat tidak tampak -atau bahkan tidak ada. Kalaupun ada perubahan, sifatnya hanya sementara. Mereka akan kembali ke pola sebelumnya.
Ungkapan bahwa 'perubahan harus dimulai dari diri saya' membuat saya tertantang untuk memperbaiki diri dan belajar lebih dalam memahami diri maupun memahami orang lain (khususnya para siswa). Saya harus lebih dalam mempelajari teknik mengajar yang sesuai dengan kondisi dan keadaan siswa. Jangan-jangan bukan siswa yang kurang memahami suatu materi pelajaran, tetapi cara saya mengajar yang membuat mereka kurang paham akan materi tersebut.
Tanpa bermaksud menggurui, sepatutnya jika terjadi suatu masalah baik itu di suatu kelas atau di sekolah maka kita harus melihat dari sisi kita terlebih dahulu sebelum menghakimi. Jangan sampai kita buru-buru memvonis kalau mereka yang salah, mereka yang tidak menghargai, dan sejenisnya. Jangan-jangan mereka berlaku seperti itu merupakan refleksi atas tindakan kita selama ini.
Pada Hukum Newton ke-3 disebutkan bahwa 'gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris'. Jika diartikan secara bebas, maka apa pun tindakan kita maka akan sebanding dengan yang kita peroleh. Maksudnya adalah bahwa reaksi para siswa merupakan hasil dari aksi guru atau para guru. Demikian juga dalam kehidupan sehari-hari. Jelas bahwa setiap tindakan akan kembali kepada diri kita. apakah itu baik atau pun buruk.
Semoga tulisan singkat ini bermanfaat khususnya bagi diri saya. Siapa pun boleh berpendapat tidak setuju, menyangkal, atau memprotes. Mari kita hargai setiap pendapat.
Jumat, 26 Juli 2013
Akuntansi SMA kelas XI
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi ringkasan materi pelajaran akuntansi SMA kelas XI semester 1 Bab I "Akuntansi dan sistem Informasi" dalam bentuk mind map. Berikut mind map nya:
Semoga bermanfaat.
Semoga bermanfaat.
Minggu, 14 Juli 2013
Langkah Menuju Perubahan
Lama juga saya tidak melihat blog ini. Jangankan untuk posting, untuk sekadar mengunjungi pun tidak. Bukan bermaksud berdalih, tapi saya merasa belum ada yang sangat perlu diceritakan dalam blog ini.
Sekarang saya ingin mulai lagi aktif mengisi blog ini. Mudah-mudahan bisa rutin untuk posting hal-hal baru. Maklum saya masih awam untuk urusan internet dan tetek bengeknya (gaptek gitu...). Sehingga mohon dimaklumi jika masih buanyaaak kurangnya.
Jika sebelumnya saya tidak aktif di dunia maya karena saya merasa kalau belum perlu. Sekarang saya telah mencoba menceburkan diri dalam dunia baru, tantangan baru, dan tentunya pengalaman baru. Jadi sekarang saya merasa perlu untuk bergelut bersama dunia maya.
Berat memang saya rasakan untuk meninggalkan kebersamaan. Apa lagi kebersamaan itu telah saya alami hampir tiga belas tahun. Tapi hal ini harus saya lakukan, demi masa depan saya.
Bicara masa depan mungkin saya terlalu yakin jika di tempat yang baru ini masa depan saya akan lebih baik. Tapi memang saya harus yakin dalam setiap langkah. Sebab jika saya masih ragu maka bisa-bisa akan selalu jalah di tempat. Saya ingin maju lebih jauh. Pun seandainya langkah saya ini adalah langkah ke belakang, saya berharap ini semacam langkah ambil ancang-ancang untuk melompat lebih tinggi dan berlari lebih cepat ke depan.
Sebenarnya langkah yang akan saya lalui ini sudah ingin saya lakukan sudah lama, hanya saja terlalu banyak pertimbangan ini dan itu. Hasilnya, saya sedikit terlambat ambil keputusan. Padahal, jika semakin cepat ambil keputusan, akan semakin cepat hasil dari keputusan itu. Entah itu baik atau pun buruk. Seandainya baik tentu saya lebih cepat menikmati hasil keputusan itu. Dan seandainya buruk maka saya akan lebih cepat memperbaikinya.
Harapan saya semoga langkah ini merupakan langkah yang paling tepat dan cepat untuk kemajuan saya. Walaupun saya tahu akan ada tantangan-tantangan di depan. Tapi mudah-mudahan bisa saya jadikan pelajaran dan pengalaman hidup saya. Sehingga saya menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Minggu, 22 Mei 2011
Mimpi?
Impian kecil, besar, dan sangat besar memiliki tingkat risiko yang sama; tetapi memiliki peluang yang jauh berbeda. Jika demikian, mengapa tidak berani bermimpi besar???
Saya ingat cerita pada zaman Majapahit dulu. Ada seorang sudra yang hanya karena mimpi dia bisa menjadi raja. Dengan bermodalkan sebuah mimipi besar seseorang yang dari kampung sangat terpencil, berani menempuh berbagai macam rintangan, hingga akhirnya dia bisa menjadi seperti apa yang diimpikannya.
Lepas dari apakah dia itu baik atau buruk, benar atau salah. yang ingin saya ungkapkan disini hanyalah betapa mimpi bisa menjadi kenyataan asal kita mau bangun dan memperjuangkan dengan segala potensi kita.
Sekarang pertanyaannya, beranikah kita bermimpi besar? Kalau sudah berani bermimpi besar, beranikah untuk bangun? Kalau sudah berani bangun, Beranikah untuk memperjuangkan impian itu menjadi nyata?
Saya ingat cerita pada zaman Majapahit dulu. Ada seorang sudra yang hanya karena mimpi dia bisa menjadi raja. Dengan bermodalkan sebuah mimipi besar seseorang yang dari kampung sangat terpencil, berani menempuh berbagai macam rintangan, hingga akhirnya dia bisa menjadi seperti apa yang diimpikannya.
Lepas dari apakah dia itu baik atau buruk, benar atau salah. yang ingin saya ungkapkan disini hanyalah betapa mimpi bisa menjadi kenyataan asal kita mau bangun dan memperjuangkan dengan segala potensi kita.
Sekarang pertanyaannya, beranikah kita bermimpi besar? Kalau sudah berani bermimpi besar, beranikah untuk bangun? Kalau sudah berani bangun, Beranikah untuk memperjuangkan impian itu menjadi nyata?
Minggu, 07 November 2010
Masalah = Peluang
"Tuhan tidak akan memberikan cobaan terhadap makhluknya jika tidak mampu"
Banyak diantara kita yang tahu akan kalimat tersebut. Banyak pula yang meyakini kebenaran kalimat itu. Hanya saja sedikit dari kita yang benar-benar meyakini kalimat ini. Jika memang meyakini, kenapa pula kita masih mengeluh jika mendapat 'masalah'?
Dalam sebuah surat ada ayat yang menyebutkan bahwa kesusahan datang bersama dengan kebahagiaan. Bahkan dalam surat tersebut disebutkan dua kali. Jika sudah demikian artinya Tuhan menjamin kalau kita bisa mendapat peluang kebahagiaan di dalam setiap masalah.
Jika sudah demikian, apakah kiranya baik jika kita mencar-cari masalah?
Banyak diantara kita yang tahu akan kalimat tersebut. Banyak pula yang meyakini kebenaran kalimat itu. Hanya saja sedikit dari kita yang benar-benar meyakini kalimat ini. Jika memang meyakini, kenapa pula kita masih mengeluh jika mendapat 'masalah'?
Dalam sebuah surat ada ayat yang menyebutkan bahwa kesusahan datang bersama dengan kebahagiaan. Bahkan dalam surat tersebut disebutkan dua kali. Jika sudah demikian artinya Tuhan menjamin kalau kita bisa mendapat peluang kebahagiaan di dalam setiap masalah.
Jika sudah demikian, apakah kiranya baik jika kita mencar-cari masalah?
Minggu, 09 Mei 2010
Nasihat Gratis
Suatu kali, saya mampir ke sebuah masjid untuk sholat maghrib. Karena saya masih nyantai, saya putuskan untuk tidak pulang dulu. Saya memilih tetap di masjid untuk menunggu sholat isya'. Ketika saya menunggu di halaman masjid, seorang datang menyalami kemudian kami pun terlibat obrolan. Hal yang penting menurut saya dari obrolan pada waktu itu adalah nasihat beliau tentang nasihat-menasihati. Beliau berpesan kalau kita itu masih merugi kalau kita baru beriman dan beramal soleh. Kita disebut tidak merugi jika kita sudah beriman, beramal soleh, saling nasihat-menasihati dalam kebaikan dan kesabaran.
Tanpa disadari, ternyata dalam sebuah obrolan pun saya telah disadarkan tentang hal yang sangat penting tetapi saya belum paham banget. Saya sering membaca surat Al-Asr tersebut, tetapi ternyata belum mempraktekkan isinya. Jadi marilah kita berbagi ilmu dan berbagi saran kebaikan dan kesabaran. Agar kita bukan termasuk orang yang merugi
Tanpa disadari, ternyata dalam sebuah obrolan pun saya telah disadarkan tentang hal yang sangat penting tetapi saya belum paham banget. Saya sering membaca surat Al-Asr tersebut, tetapi ternyata belum mempraktekkan isinya. Jadi marilah kita berbagi ilmu dan berbagi saran kebaikan dan kesabaran. Agar kita bukan termasuk orang yang merugi
Minggu, 04 April 2010
Sekadar Curhat II
Jika kemarin saya ditegur atas nasihatku sendiri, maka kali ini aku mendapat petunjuk atas 'masalah' yang sedang aku hadapi dari 'masalah' orang lain.
Ceritanya begini; suatu kali saya mendapat sebuah masalah yang membuat saya bingung harus bagaimana. Saya masih mencari pemecahannya dengan menganalisa sumber masalah tersebut. Belum sempat saya menemukan sumber masalah, ada orang yang ternyata memiliki 'masalah' yang sama persis dan meminta saran kepada saya untuk memecahkannya. Herannya, saya bisa dengan sangat lancar memberi masukan dan sedikit arahan untuk memecahkan masalah tersebut. Sehingga, walaupun saya sedang memberi saran kepada orang lain, sesungguhnya saya juga sedang menasihati diri saya.
Ada banyak cara Tuhan memberi petunjuk kepada kita. Yakinlah Tuhan selalu menyayangi kita sebagai hamba-NYA. Hendaknya kita bisa lebih peka dalam 'membaca' setiap kejadian.
Ceritanya begini; suatu kali saya mendapat sebuah masalah yang membuat saya bingung harus bagaimana. Saya masih mencari pemecahannya dengan menganalisa sumber masalah tersebut. Belum sempat saya menemukan sumber masalah, ada orang yang ternyata memiliki 'masalah' yang sama persis dan meminta saran kepada saya untuk memecahkannya. Herannya, saya bisa dengan sangat lancar memberi masukan dan sedikit arahan untuk memecahkan masalah tersebut. Sehingga, walaupun saya sedang memberi saran kepada orang lain, sesungguhnya saya juga sedang menasihati diri saya.
Ada banyak cara Tuhan memberi petunjuk kepada kita. Yakinlah Tuhan selalu menyayangi kita sebagai hamba-NYA. Hendaknya kita bisa lebih peka dalam 'membaca' setiap kejadian.
Selasa, 16 Maret 2010
Sekadar curhat
Beberapa waktu yang lalu, istri saya mengadu telah "kehilangan" uang yang bagi kami lumayan besar. Dengan sok menasihati saya kemudian memberi pengertian kalau semua itu hanyalah titipan oleh Yang Maha Kuasa. Akhirnya kekecewaan istri saya pun mereda. Dengan tetap berusaha dan berdoa kami memasrahkan semua hasilnya kepada Allah SWT.
Selang beberapa lama apa yang saya nasihatkan kepada istri saya terjadi pada saya sendiri. Saya kehilangan uang, yang walau pun jumlahnya lebih sedikit dari yang seharusnya istri saya terima. Hanya saja, kalau saya benar-benar kehilangan. Sedangkan istri saya hanya sekadar tidak mendapat jatah yang seharusnya dia dapatkan.
Di sinilah baru saya sadari kalau apa yang saya nasihatkan harus sudah saya amalkan dulu, atau Tuhan akan memberi petunjuk jika saya belum mengamalkan agar saya pun mau mengamalkan apa yang saya nasihatkan kepada orang lain-termasuk istri saya.
Kadangkala kita seringnya hanya bisa ngomong tanpa mau melakukan apa-apa yang kita omongkan. Oleh karenanya jika kita mau jeli maka Tuhan akan langsung memberi peringatan/petunjuk agar apa yang kita nasihatkan dan apa yang kita omongkan agar kita mau menjalankannya. Jadi jalankan apa-apa yang telah kita nasihatkan kepada orang lain, atau Tuhan akan menegur kita agar kita mau menjalankannya.
Sabtu, 11 April 2009
FUAD CELL
Kami bergerak di bidang usaha penjualan pulsa elektrik. Hampir semua jenis kartu dapat kami layani, dengan berbagai nominal Kami juga mengajak kepada siapa saja yang ingin ikut bergabung dengan menjadi agen.
Dengan fasilitas server paling mutakhir, menjadikan setiap proses transaksi sangat cepat. Kami juga menyediakan ruang komplain, sehingga keluhan apa pun dapat cepat ditanggapi.
Agen juga bisa mengembangkan usaha dengan merekrut sub agen. Agen bebas menentukan keuntungan (mark up) untuk sub agen. Setiap transaksi dan keluhan ditampung terpusat, sehingga agen tidak perlu dipusingkan jika ada masalah. Semua masalah akan ditangani langsung oleh pusat.
Cukup dengan deposit awal minimal Rp50.000,- Anda sudah dapat menjadi agen kami. Bisa dibayar tunai atau transfer ke rekening kami.
BNI : 0018933426 a.n. IMAM SBH. KALYUBI
SHAR-E : 9089513699 a.n. IMAM SBH. KALYUBI
SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG!!! GRATISS
HUB.: 08157640030, 081914118286, 08170752607
Dengan fasilitas server paling mutakhir, menjadikan setiap proses transaksi sangat cepat. Kami juga menyediakan ruang komplain, sehingga keluhan apa pun dapat cepat ditanggapi.
Agen juga bisa mengembangkan usaha dengan merekrut sub agen. Agen bebas menentukan keuntungan (mark up) untuk sub agen. Setiap transaksi dan keluhan ditampung terpusat, sehingga agen tidak perlu dipusingkan jika ada masalah. Semua masalah akan ditangani langsung oleh pusat.
Cukup dengan deposit awal minimal Rp50.000,- Anda sudah dapat menjadi agen kami. Bisa dibayar tunai atau transfer ke rekening kami.
BNI : 0018933426 a.n. IMAM SBH. KALYUBI
SHAR-E : 9089513699 a.n. IMAM SBH. KALYUBI
SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG!!! GRATISS
HUB.: 08157640030, 081914118286, 08170752607
Jumat, 10 April 2009
Tips dari Fuad Cell
Tips 1
Uang Berputar
Kalau kita mau memperhatikan, uang selalu berputar. Secara garis besarnya begini: Uang bergerak dari produsen ke konsumen, dari konsumen ke distributor, dan dari distributor kembali ke produsen. Begitu seterusnya.
Lalu apa artinya? Artinya, kalau kita ingin memiliki banyak uang maka (sederhananya adalah) kita harus mengeluarkan lebih sedikit dari pada yang diterimanya.
Tips 2
Sisa Pengeluaran
JIka kita mengeluarkan lebih sedikit dari yang diterima, maka dipastikan ada sisanya. Lalu apa yang kita lakukan terhadap sisa tersebut? Sisa pengeluaran tersebut hendaknya dijadikan aset yang mana nantinya akan menghasilkan uang kembali. Biarkan sang uang itu mencari sebanyak-banyaknya teman
Tips 3
Aset dan Liablitas
Pengeluaran bisa masuk ke kategori aset dan liabilitas. Aset, maksudnya adalah uang tersebut digunakan agar nantinya menghasilkan uang kembali. Sedangkan liabilitas maksudnya uang yang kita keluarkan benar-benar hilang. Kita hanya menerima manfaatnya.
Orang kaya mengeluarkan sebagian uangnya ke liabilitas dan sebagian lagi dijadikan aset. Sedangkan orang miskin seluruh pengeluarannya adalah liabilitas.
Fuad Cell
Siapa sih Fuad Cell? Kalau mau tahu lebih jauh, kunjungi terus blog kami secara berkala. Thanx
Uang Berputar
Kalau kita mau memperhatikan, uang selalu berputar. Secara garis besarnya begini: Uang bergerak dari produsen ke konsumen, dari konsumen ke distributor, dan dari distributor kembali ke produsen. Begitu seterusnya.
Lalu apa artinya? Artinya, kalau kita ingin memiliki banyak uang maka (sederhananya adalah) kita harus mengeluarkan lebih sedikit dari pada yang diterimanya.
Tips 2
Sisa Pengeluaran
JIka kita mengeluarkan lebih sedikit dari yang diterima, maka dipastikan ada sisanya. Lalu apa yang kita lakukan terhadap sisa tersebut? Sisa pengeluaran tersebut hendaknya dijadikan aset yang mana nantinya akan menghasilkan uang kembali. Biarkan sang uang itu mencari sebanyak-banyaknya teman
Tips 3
Aset dan Liablitas
Pengeluaran bisa masuk ke kategori aset dan liabilitas. Aset, maksudnya adalah uang tersebut digunakan agar nantinya menghasilkan uang kembali. Sedangkan liabilitas maksudnya uang yang kita keluarkan benar-benar hilang. Kita hanya menerima manfaatnya.
Orang kaya mengeluarkan sebagian uangnya ke liabilitas dan sebagian lagi dijadikan aset. Sedangkan orang miskin seluruh pengeluarannya adalah liabilitas.
Fuad Cell
Siapa sih Fuad Cell? Kalau mau tahu lebih jauh, kunjungi terus blog kami secara berkala. Thanx
Langganan:
Postingan (Atom)
